Design Masjid Adlaniyah - Mari berinfestasi akhirat

By Humas Adlaniyah 13 Jun 2025, 06:43:21 WIB Sarana Prasarana
Design Masjid Adlaniyah - Mari berinfestasi akhirat

Saya sering membayangkan anak-anak itu seperti benih yang kita tanam sendiri. Kadang kita menunggu-nunggu mereka tumbuh cepat, berbunga lebat, berbuah banyak. Tapi lalu kita lupa, setiap benih punya musimnya sendiri. Ada yang tumbuh dua minggu, ada yang butuh bertahun-tahun untuk sekadar mengeluarkan tunas.

Dan di pesantren… saya melihat itu semua dengan mata kepala sendiri.

Ada anak yang sejak hari pertama langsung semangat, cepat hafal, rajin shalat malam. Tapi ada juga yang baru bisa hafal surat pendek setelah setahun mondok, itu pun masih diselingi tangisan rindu emak. Tapi anehnya, keduanya tetap tumbuh. Satu cepat, satu pelan. Tapi keduanya tumbuh di tanah yang sama: tanah yang disiram oleh sabar, diberi pupuk doa, dan dijaga dari hama dunia luar.

Kadang saya mikir, andai saya biarkan mereka di rumah, mungkin mereka gak akan pernah tahu rasanya antre mandi jam 4 pagi, rebutan ember, atau berbagi kasur ukuran 90 cm buat tiga orang. Tapi justru dari ketidaknyamanan itulah muncul karakter. Anak yang terbiasa nyaman, belum tentu siap menghadapi dunia. Tapi anak yang pernah hidup sederhana, biasanya tahu caranya bertahan.

Saya tidak mengejar mereka tumbuh jadi bunga paling cantik di taman. Saya cukup senang jika mereka tumbuh dengan akar yang kuat. Karena dunia hari ini terlalu angin-anginan. Terlalu banyak badai. Dan kalau anak kita tidak punya akar, mereka bisa tumbang hanya karena komentar di media sosial.

Pesantren, bagi saya, bukan tempat “memaksakan bunga mekar lebih cepat.” Tapi tempat memastikan bahwa saat mereka mekar, mereka siap. Siap menghadapi dunia dengan akhlak, bukan sekadar ijazah. Siap memilih jalan, bukan hanya ikut arus.

Jadi, kalau hari ini anakmu belum bisa menghafal banyak surat, belum juga juara kelas, atau masih sering minta pulang tiap malam Jumat… tenang. Bisa jadi dia termasuk bunga yang tumbuh pelan. Tapi percayalah, dia sedang tumbuh di tanah yang subur. Dan yang tumbuh di tanah subur… biasanya kuat akarnya, dan indah mekarnya. Hanya saja, memang butuh waktu.

Dan waktu… adalah teman setia bagi orang tua yang sabar.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment